Kisah nyata seorang anak sebatang kara

CERITA TENTANG ANAK SEBATANG KARA YANG HIDUP DI DUNIA LUAR

Bab 1.

Tahun 1985 bulan februari tepatnya tanggal 28,aku lahir di medan dan gw mempunyai kedua orang tau yang sangat menyayangi gw,saat gw kecil semua permintaan aku di penuhi,maklum aja aku adalah anak tunggal.Mama ku bernama Sumiati,mama adalah ibu rumah tangga sedangkan papaku bernama Julius ajawalia dia berasal dari ambon dan bekerja sebagai pelayaran di perkapalan swasta di Jakarta.Umur 5 tahun aku di masukkan ke TK atau taman kanak-kanak.oleh kedua orang tuaku dan aku masih ingat dan merasakan kasih sayang mereka.aku masih ingat saat pertama kali aku masuk sekolah pasti sebelum pergi sekolah mama selalu menciumku sebelum pergi sekolah dan papa selalu mengantarkan aku ke sekolah.hari-hari kujalani dengan bahagia,umumnya seorang anak yang memiliki orang tua,aku selalu merasakan kegembiraan.

Tapi itu ngk berlangsung lama,kebahagian itu lenyap seketika.pada tahun 1996 mama menderita penyakit,penyakit yang diderita oleh mama adalah penyakit LEPER atau penyakit perut,saat itu tepatnya diusia 12 tahun,aku ingat bgt saat mama menjerit kesakitan menahan sakit yang menyiksa dirinya.situasi saat itu adalah dimana papa ngk ada karna berlayar jadi saat itu dirumah hanya ada nenek,om anto dan ibu santi.aku ingat sekali saat itu mama menjerit kesakitan dan begitu histerisnya malam itu.saat itu yang ada dipikiranku adalah kenapa mama menjerit begitu kencang dan saat aku melihat wajah mama dan aku juga melihat mata serta paras wajah mama yang berbeda,wajah mama putih bgt dan mata mama melotot keatas aku sangat ketakutan sekali saat melihat wajah mama dan aku ngk bisa bayangkan gimana paras wajah mama saat itu,dan ngk beberapa lama kemudian mama meminta air panas untuk minum,”mak aku haus,ambilkan aku air panas”,itulah pinta mama kepada nenek dan segera nenek mengambilkan air panas,tapi bukan untuk minum air panas tersebut melainkan untuk menyiramkan perut mama dan lalu mama memecahkan gelas lalu mengarahkan pecahan gelas kearah perut mama,mama mencoba untuk bunuh diri untunglah saat itu ada ibu santi cepat menahan pecahan gelas tersebut dari tangan mama dan lalu ibu santi lalu menasehati mama dan ibu mengatakan”kak,kau masih punya anak yang masih kecil dan butuh kasih sayang mu”,itu lah pesan dan nasehat ibu santi kepada mama untuk menyadarkan mama Dan saat itu mama hanya bisa menagis.aku ngk bisa membayangkan situasi saat itu dimana semua orang pada nangis dan aku hanya manahan hawa kantuk,aku masih ngantuk karna waktu itu masih pagi hari.disaat mata aku ngantuk tiba-tiba sepupu aku membangunkan aku dan berkata”bang mama atik meninggal bang”,sambil menangis dan aku hanya terdiam,bengong ngk tau apa yang aku pikirkan saat itu.

Pagi harinya situasi dirumah ramai sekali,banyak orang yang datang dan saat itu aku melihat mama dimandikan dan tiba-tiba aku sedih bgt,aku merasa kehilangan mama.mana kenapa nek?,mana kenapa,itulah pertanyaan yang selalu ku utarakan kepada nenek dan nenek hanya menjawab kepadaku mama hanya pingin istirahat dan mama mau bobok jangan ganggu mama biarkan mama istirahat.itulah kata-kata nenek kepada aku tapi napa sampai sekarang mama ngk bangun-bangun,aku kangen bgt ama mama sampai sekarang aku ngk rela kalau mama meninggalkan aku dan aku ngk rela nenek membohongi aku.Tiga hari kemudian papa tiba ke rumah dan saat aku bangun pagi aku liat papa ada di atas tempat tidur dan aku lihat papa menagis dan langsung memelukku lalu papa bertanya denganku,”kamu tau kemana mama nak”,lalu aku menjawab kata nenek mama mau istirahat,mama mau bobok dan kata nenek mama jangan diganggu biarkan mama istirahat.lalu papa memeluk aku sambil menagis dan berkata kepadaku,ingat kata nenek jangan ganggu mama biarkan mama istirahat,itulah kata-kata papa sama dengan nenek.

Bab 2.

Saat aku menulis ini hatiku sangat kacau,aku begitu sedih sekali mungkin dengan ku ungkapkan cerita ini,sedikit beban hatiku berkurang.saat ini aku merasa bagaikan anak yang menanti ibunya kembali dan aku menanti kapan mama akan kembali.papa dan nenek mengatakan mama hanya istirahat dan hanya bobok,tapi kapan mama akan bangun dan kapan mama akan kembali? Itulah pertanyaan yang selalu aku nanti-nanti jawabannya.keesokan harinya papa berbicara dengan nenek dan papa berkata akan membawa kau ikut ke Jakarta,tapi nenek menolak untuk membawaku ikut kejakarta dengan alasan biar nenek yang menjaga aku,nenek masih sanggup untuk mengurus dan kalau pun aku dibawa kejakarta ngk ada yang akn menjaga aku disaat papa berlayar dan yang paling ditakutkan oleh nenek aku akan dimasukkan ke agama Kristen sebab keluarga papa masih keristen dan papapun baru masuk islam disaaat papa menikah dengan mama,jadi itulah alasan nenek untuk menahan aku ikut dengan papa kejakarta.Saat malam hari aku sedang tertidur pulas tiba-tiba mataku terbuka dan pandanganku saat itu menuju kaca jendela dan aku melihat mama menggendong seorang anak bayi lalu tiba-tiba mama berjalan melintasi kamar kami,aku sontak dan langsung memanggil mama tiba-tiba papa terbangun dan menanyakan aku,”kamu kenapa”lalu aku menjawab barusan aku melihat mama pa”mama sedang menggendong seorang anak kecil,itu pa-itu,lalu papa melihat kearah jendela dimana mama berjalan melintasi kamar,dan papa berkata”tidak ada orang disini,mungkin -kamu hanya mimpi”,ngk pa,ngk,aku ngk mimpi.tadi benar-benar mama pa,benar.lalu papa berkata,”yah udah kalau benar mama biarkan aja,tapi kenapa mama diluar sendirian pa?”dan sapa adik bayi yang di gendong mama pa? lalu papa hanya berkata yah udah kamu tidur aja biar papa yang nunggu mama”.lalu aku ikutin kata papa dan langsung tidur.

Bab 3.

Keesokan paginya sebelum aku mendengar papa berbicara dengan ibu santi dan papa bertanya bahwa tadi malam aku bermimpi melihat mama diluar sedang menggendong seorang anak bayi,dan ibu santi berkata mama sebenernya sebelum mama meninggal mengandung janin dan usia janin mama sekitar 2 bulan,mungkin anak bayi yang ada malam itu adalah janin mama,betapa kagetnya aku saat itu,kata papa dan nenek mama itu sedang istirahat bukannya meninggal tapi kenapa ibu santi berkata mama meninggal.saat itu aku menaggis itu diketahui oleh papa dan ibu santi,dan segera papa menghampiriku dan berkata,”kenapa kamu menangis”lalu aku menjawab kata papa mama lagi istirahat napa ibu santi bilang meniggal bukannya istirahat”tiba-tiba papa memelukku dan berkat mama itu istirahat dan yang dibilang ibu santi hanya lah bohong.setelah hari itu keesokan harinya papa pun pergi meninggalkan aku dan sebelum pergi papa berpesan dengan ku,rajin-rajinlah belaajar dan jangan lupa sholat.dan papa juga berpesan bahwa aku jangan ganggu-ganggu mama biarkan mama istirahat dan aku bertanya kepada papa,”kapan mama akan kembali pa?”papa menjawab mama istirahat ngk lama mungkin hanya sebentar saja makanya kamu jangan lupa sholat dan meminta doa kepada allah supaya mama cepat kembali lagi.dan saat-saat dimana mama akan kembali masih aku rasakan sampai sekarang,aku kangen bgt ama mama aku ingin melihat wajah mama.1 bulan kemudian papa mengirimkan aku pakaian serta perlatan sekolah disamping itu semua papa juga mengirimkan aku sebuah surat yang isinya,papa menanyakan gimana kabarku dan gimana tentang sekolahku,papa juga menanyakan apa aku sudah mengitu perintah papa yaitu mendoakan mama supaya cepat kembali.itulah surat terakhir yang aku dapatkan dari papa serta itu lah berita yang terakhir yang papa berikan untukku,dan sampai saat ini papa ngk kunjung kembali.papa ngk kembali setiap hari aku menanti surat papa serta aku menanti kapan mama akan kembali.

Selepas kepergian papa dan mama aku diasuh oleh nenek,setiap paginya aku membantu nenek berjualan.maklum nenek adalah seorang pedagang nenek berjualan sarapan pagi untuk membiayai aku dan sepupuku ameng,ameng adalah sepupuku bapaknya adalah adik dari mama.sejak kecil ameng ikut dengan nenek karma itulah ameng juga ada di tempat nenek.setiap padgi aku dan ameng selalu membantu nenek berjualan.biarpun aku hanya diasuh oleh nenek tapi kebahagian yang aku dapat dari nenek sama sekali ngk ada,pagi nenek berjualan siang harinya nenek istirahat sedangkan sore harinya nenek menyiapkan dagangannya untuk esok harinya,itulah setiap hari yang aku jalani dengan nenek dan aku masih menunggu kapan mama akan kembali menemuiku dan setiap aku shol;at aku selalu berdoa kepada allah,yah allah kapan mama kembali aku kangen bgt ama mama ya allah”itulah doa-doa yang selalu aku pinta kepada allah.Tibalah hari dimana yang ngk aku inginkan.nenek mengalami sakit paru-paru,batuk yang berkepanjangan.nenek batuk lalu mengeluarkan segumpal darah yang menyerupai agar-agar.kemudian nenek di rawat di rumah sakit pringadi medan,tidak nyampai 2 malam akhirnya nenek meninggal,meninggalnya nenek tanpa sepengetahuan aku karma saat itu aku sedang berada disekolah dan tiba-tiba om anto menjemput aku dan ameng,dan sesampai kami dirumah aku melihat nenek terbaring diruang tamu dan ibu santi menagis ngk karuan,dan yang paling hebohnya lagi berulang kali ibu santi pingsan,ibu santi ngk tahan melihat nenek meniggal dan hari itu terjadi yang kedua kali nya aku melihat nenek sama dengan mama,dimana nenek dimandikan dan di pakaikan kain putih sama dengan mama.situasi saat itu begitu mengarukan dimana semua orang menagis,aku berpikir kenapa tuhan begitu jahat denganku dan kenapa nenek harus meninggalkan kami.hanya 1 tahun aku hidup dengan nenek dan allah lalu memanggilnya,aku bagaikan mimpi hanya sekejab saja kehidupanku dengan nenek tapi aku hanya menunggu janji nenek kepada ku,bahwa mama akan kembali tapi janji itu ngk kunjung dating dan nenek keburu dipanggil allah.

Bab 4.

Setelah kepergian nenek aku tinggal dengan adik mama yang paling kecil yaitu ibu santi,ibu santi hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya pengusaha dibidang tambak udang,awalnya usaha tambak udang mereka laancar-lancar aja,selama aku tinggal dengan ibu santi aku sangat bahagia biarpun aku hanya anak dari kakak nya tapi kasih saying nya terhadapku tidak beda dengan kasih sayangnya terhaadap anak semata wayangnya,namanya putra,usia putra denganku terpaut 6 tahun dan aku sangat sayang sekali dengan putra.dia lucu,putih seperti cina.saat itu putra berusia 6 tahun putra baru saja masuk sekolah dasar.semua biaya aku ibu santi yang menaggungnya dari pakaian sampai jajanku pun ibu santi yang menanggungnya,setiap malam aku sedih sekali mengigat mamaku,kapan mama akan kembali aku rindu sekali ama mama,itulah yang aku damba-dambakan setiap harinya dimana saat aku berjumpa dengan mama.rasa hati yang sedih membuat aku menjadi pendiam aku banyak melamu dan termanung.setiap hari-hari libur ibu santi serta putra selalu liburannsementara aku hanya dirumah menjaga rumah sambil aku menghayalkan kapan aku akan berjumpa dengan mama,kebahagian yang aku dapat dengan ibu santi hanya 3 bulan saja,setelah bencana kembali terjadi.usaha yang dikelola oleh suami ibu santi jatuh bangkrut suami ibu santi mengalami kerugian,kerugian yang saangat besar sampai-sampai rumah dijual untuk melunasi hutang yang di tanggung tapi dengan menjual rumah itu pun hutang yang diderita suami ibu santi masih belum tercukupi dan akhirnya karna itu suami ibu santipun di masukkan kepenjara,saat itu suasana kembali tegang dimana suami ibu santi dipenjara dan dimana orang-orang yang meminta utang selalu meneror ibu santi.pagi hari yang menagih hutang lain,siang juga lain dan malam harinya juga lain bahkan mereka mengancam kalu ddalam tempo satu minggu hutang belum juga dilunasi maka ibu santi akan dimasukkan dipenjara oleh mereka.saat itu ibu santi langsung shock berat,ibu santi ngk tau harus berbuat apa untuk melunasi hutang yang masih ada.saat itu ibu santi langsung pergi meninggalkan medan kami pergi untuk menghindar orang-orang yang menagih hutang kepada ibu santi dan malam itu juga kami menuju terminal amplas dengan berbekal pakaian yang ada kami menuju terminal,berulang kali ibu santi jatuh pingsan dan saat itu aku melihat kearah sepupuku yaitu putra,putra yang ngk taun apa-apa hanya bisa ikut menangis,malam itu juga kami pergi ke terminal dan malam itu kami menginap diterminal tersebut,aku ngk bisa bayangkan saat itu dimana diterminal itu kami tidur untuk menunggu pagi hari,kami bagaikan gelandangan yang ngk punya tempat tinggal dan malam itu yang aku lihat hanya ibu santi yang terus menerus menangisi apa yang menimpa dirinya,hampir satu malam itu aku dan ibu santi tidak tidur kami,aku hanya melihat ibu santi menagis dan malam itu bagaikan dineraka malam yang paling sulit aku lupakan.esok paginya kami membeli tiket untuk tujuan riau tepatnya di perawang dan pagi harinya kami berangkat ke riau saat dalam perjalanan menuju riau aku melihat ibu santi menangis terus dari tadi malam sampai sekarang ibu santi menangis tanpa berhenti,kulihat wajah putra yang lugu seakan-akan putra ngk tau apa yang terjadi disini.aku hanya memeluk putra dan air mata ini seakan-akan tidak bisa tertahankan lagi.dan yang paling membuatku menangis adalah di mana putra bertanya kepadaku,”bang kita mau kemana”,itulah yang membuatku tambah bersedih,ngk tahan rasanya air mata ini.akupun terus mengikuti ibu santi akupun ikut menagis,malam harinya kami tiba di perawang dan segera kami menuju ke rumah ibu nani,ibu nani adalah sepupu mama.mamanya ibu nani adalah adik kandung dari alm.nenek.ibu nani adalah sepupu ibu santi dan begitu kami sampai dirumah ibu nani betapa kagetnya ibu nani melihat kedatangan kami,dan langsung ibu nani bertanya ke ibu santi kenapa kami tiba-tiba dating kemari dan langsung ibu santi bercerita keadaan kami,sambil kembali menagis ibu santi menceritakan semua kejadian yang menimpa kami.saat itu aku bisa membayangkan kesedihan yang di alami ibu santi,sungguh penderitaan yang sangat sedih.keesokannya aku lihat ibu santi sudah berada di dapur dan saat aku mengampirinya ibu santi tetep seperti semalam juga,ibu santi tetep menangis meratapi nasib ini.dan aku langsung menghampiri ibu santi dan aku berkata kepada ibu santi bahwa ngk ada gunanya ibu menangis toh tetep aja kita seperti ini,entah kenapa hari itu aku begitu dewasa dan reaksi ibu santi begitu mendengarkan aku seperti itu ibu santi langsung memelukku,saat itu yang kubayangkan apa arti dari pelukkan itu.tapi bukannya ibu santi berhenti menangis malah semangkin bertambah tangisan ibu santi.

Bab 5.

Waktu-waktu diperawang bukannya sekolah malah aku terpaksa bekerja untuk membantu ibu santi,pekerjaaan ku saat itu adalah sebagai kuli pasir.suami ibu nani adalah seorang pengusaha pasir yang bermodalkan mobil pick up tahun lama,itulah mata pencaharian suami ibu nani,aku bekerja sebagai pembantu suami nani,1 mobil aku di gaji 5.000 dan dalam satu harinya aku bisa mendapatkan 4-5 mobil.dengan gaji itu aku membiayai ibu santi dan putra.bisa di bayangkan di usia 12 tahun aku harus bekerja banting tulang untuk membiayai ibu santi,setiap aku pulang dari penggalian pasir badanku rasanya capek bgt tapi mau ngk mau aku harus bekerja.tiap malam selesai aku pulang dari penggalian ibu santi selalu memijatkan aku dan pijatan itu membuat rasa capek selama satu harian,hilang seketika.saat itu putra adik sepipiku belum juga bisa melanjutkan sekolahnya karna biaya,penghasilanku sebagai buruh pasir hanya 20.000-30.000 jadi cukup-cukup untuk makan aja.yang paling mengesankan untukku itu adalah disaat aku mau tidur aku selalu memeluk putra dan menjaaganya aku merasakan kesedihan yang belum patut putra alami diusia dini seperti itu,biarlah aku yang yang menaggung derita seperti ini jangan sampai putra ikut sedih biarkan dia dirumah mendapatkan kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan.setiap pagi sebelum aku pergi bekerja,aku selalu mencium kening putra dan putra berpesan kepadaku hati-hati yah bang,bawa uang yang banyak yah bang biar buat sekolah putra,kata-kata itu membuatku yang begitu lelah untuk beraktivitaskembali segar dan kata-kata itu membuat aku semangkin sayang dengan putra.aku ngk tega mendengar ucapan putra,cari uang yang banyak yah bang biar untuk sekolah putra.kata-kata itu yang masih aku ingat sampai sekarang,tapi kebersamaan ku dengan putra dan ibu santi hanya 2 bulan.tiba saatnya.ada tetangga kami yang bekerja di pt.bima sakti perkasa,perusahaan ini adalah perusahaan kontraktor di perawang dan saat itu perusahaan tersebut membutuhkan karyawan dan ditugaskan sebagai kuli bangunan yang kerjanya mencangkul tanah untuk pembuatan jalan.gaji saat itu sebesar 18.000 dan aku dikontrak selama 1 tahun di perusahaan tersebut.gaji ku selama sebulan cukup untuk biaya sekolah putra dan ibu santi pun mulai bangkit dari kesedihannya,ibu santi pun mulai bekerja,pekerjaan ibu santi adalah sebagai pembantu dirumah makan yang berada tidak jauh dari rumah penghasilan yang aku dan ibu santi dapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari.tapi perusahaan tempatku bekerja mengalami kendala,perusahaan yang mengontrak kami tidak ingin melanjutkan kontrak kerjanya dan di saat demikian aku yang telah bekerja di sana di minta untuk ikut pindah ke daerah lain dan itulah saat terakhir kali nya aku melihat ibu santi dan putra,saat itu aku meminta ijin untuk pindah ke Jakarta dan sebenernya ibu santi ngk mengijinkan aku untuk ikut pindah kejakarta tapi mau ngk mau aku harus ikut dengan perusahaan tersebut karna aku sudah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan,dan akhirnya ibu santi mengijinkan aku ikut dengan perusahaan.dan saat-saat terakhir bersama mereka pun tiba,malam dimana aku mau berangkat aku merasa sedih aku ngk tau mau ngomong apa aku hanya diam dan melihat ibu santi dan putra menagis tapi aku mau bilang apa lagi,itu udah tanggung jawabku.malam itu bener-bener malam yang sangat menyedihkan untukku.saat aku mau pergi ibu santi memelukku dan berkata.”hati-hati kamu di perantauan orang,jaga diri jangan terlalu banyak bekerja jangan lupa makan dan jangan lupa istirahat”sambil ibu menangis,itu kata-kata terakhir yang di ucapkan ibu santi kepadaku dan aku melihat kearah adik sepupuku yang paling…..aku sayangi yaitu putra,aku melihat wajah putra saat itu ngk tega untuk melepas kepergianku ini tapi apa yang mau aku bilang saat aku menghampirinya dan aku berpesan kepada putra”jaga diri yah dik,rajin-rajin belajar jaga mama dan banyak-banyak makan supaya sehat”itu yang aku bilang kepada putra.itu kata-kata terakhir tapi yang bikin aku tambah sedih yaitu disaat putra bilang kepadaku”bang kenapa abang pergi bang?abang ngk sayang putra yah,putra kan baru masuk sekolah kalau putra ada PR sapa yang akan mengajarinya bang?”saat itu hatiku sangat terpukul,yah allah kenapa begitu besar cobaan yang aku pikul yah allah,jaga ibu santi dan putra yah allah aku mohon yah allah.biarlah nyawaku dicabut untuk membahagiakan mereka yah allah.kasih mereka kebahagian yang seharusnya mereka miliki yah allah.puta kalau kamu ada PR kamu harus bisa menyelesaikan nya sendiri karna itu udah tugasmu dik,kalau abang ngk ada kamu harus Bantu-bantu mamak dik jangan bandel dan kalau abang udah selesai di sana abang akan kembali lagi,”abang janji akan kembali bang?” Tanya putra kepadaku,”pasti dik,pasti abang balik kemari dan kita bisa bersama kembali”,jawabku dan akupun pergi meninggalkan mereka dan saat itu aku ngk berani menoleh kebelakang untuk melihat mereka,aku ngk sanggup untuk melihat mereka,aku ngk sanggup.”ya allah jaga mereka,lindungi mereka”itulah doa-doa yang selalu aku pinta kepada allah.

Bab 6.

Selama kurang lebih 3 hari akhirnya kau sampai juga di Jakarta,dikota ini aku mulai merubah hidupku.saat tiba disana aku menginap suatu base cam atau mase tempat para kontraktor menginap.disana kami ada 10 orang yang ditugaskan kejakarta untuk bekerja sebagai kuli bagunan tempat pembuatan suatu perumahan dijakarta,hari pertama bekerja biasa aja dan karna uang yang aku punya mencukupi akhirnya aku melanjutkan SMP ku di sana,saat pagi hari aku sekolah dan sepulang sekolah aku langsung bekerja dan malam harinya aku belajar untuk sekolahku.pertama-tama aku menjalani ini semua dengan penuh keletihan,waktu aku habis terbuang untuk aktivitas-aktivitasku selama bekerja dan sekolah terkadang begitu tiba waktunya lembur sampai jam 3 pagi,aku Cuma punya waktu 3 jam untuk tidur tepat pukul 6 pagi aku harus bangun untuk pergi sekolah.sungguh perjuangan yang harus aku penuhi.perinsip yang selalu aku pegang sampai saat ini adalah waktuku adalah uang dan uang yang aku cari dengan susah payahnya harus aku pergunakan untuk masa depanku kelak.pada akhirnya perusahaan tempat aku bekerja telah habis kontrak kerjanya dan saat itu aku masih ingin melanjutkan sekolahku.akhirnya waktu kerja kamipun usai,sebagian teman-teman satu kerjaankupun pulaang kekampung halamannya masing-masing hanya aku yang masih ingin tinggal dijakarta,suasana saat itu sepi base cam tempat aku istirahatpun telah dikosongkan dan aku segera mencari kontrakkan yang baru,aku berhasil mendapatkan kontrakan yang lumayan murah dan situasi tempat disana sangat padat maklum tempat yang aku tinggali sekarang adalah tempat-tempat orang yang ngk pernah tau pendidikan mereka hanya tau kerja,mabok dan bernyanyi.berbekal uang yang pas-pasan aku terus melanjutkan sekolahku dan sehabis sekolah aku mencari-cari pekerjaan dan akhirnya aku mendapatkan pekerjaan sebagai tukang cuci kereta di daerah itu.satu kereta aku mendapatkan upah sebesar 2.000 setiap harinya aku mendapatkan 5-10 kereta,yah……itulah penghasilan yang aku dapatkan setiap harinya,cukup ngk cukup harus aku pergunakan untuk kepenuhan hidupku sehari-hari dari biaya sekolah,makan bayar uang kontrakan juga uang saku ku setiap harinya.hari-hari kujalani dengan penuh ketekunan terkadang aku kangen bgt ama ibu santi,putra,nenek,papa dan mama.sekarang hidupku hanya sendiri tidak ada sanak saudara yang menemaniku disini.akhirnya aku lulus,kelulusanku ini aku dapat dari hasil kerja kerasku selama ini.dan aku langsung melanjutkan ke SMU dijakarta,kerjaku tetep kujalani dengan penuh suka duka.dan ngk beberapa lama kemudian aku ditawarin kerja disuatu café yang berada di jakarta pusat,pengasilan aku lumayan dibandingkan di tempat kerjaan ku yang lama tapi disini lah aku mengetahui dunia malam,pertama ada seorang ibu-ibu yang mendekati aku,awalnya aku ngk menaruh curiga tentang kedekatanku dengan ibu-ibu itu.lama kelamaan aku mulai dekat dengan dia dan akhirnya aku berhubungan dengan ibu tersebut,malam hari aku diajak makan malam,lalu karna situasi disana malam aku akhirnya ibu tersebut meminta aku untuk menginap dirumahnya dengan alasan dirumah tidak ada orang.tentu saat itu aku ngk ada curiga sama sekali dengan tindakan ibu itu,dan aku disuruh tidur kamar ngk jauh dari kamarnya tapi begitu larut malam,tiba-tiba ibu itu dating kekamar aku dan mengajak kuberhubungan badan.tentu aku menolaknya dengan mentah-mentah tapi ibu itu malah mengatakan ngk akan ada ruginya kalau aku berhubungan badan dengan dia.dan akhirnya kami pun berhubungan layaknya suami istri.keesokan harinya begitu aku mau pergi dari rumah ibu itu,ibu itu mengatakan kepadaku,lusa ibu itu akan jemput aku kekerjaan lagi.dan aku hanya mengangguk aja,dan keterusannya aku semangkin hancur dibuat ibu itu,dari yang ngk tau namanya diskotiqiu,ngk tau minum-minuman keras dan ngk tau namanya hubungan intim semua aku lakuin disana dan itupun atas ajaran ibu itu.akhirnya sekolahkupun usai,dan tentang masalah materikupun sudah ngk ada masalah lagi semua teratasi dengan mudahnya.hampir setiap minggu aku pergi ke dunia malam dan aku semangkin terjerumus didunia malam.hampir semua hidupku kuhabiskan ditempat itu.

Bab 7.

Akhirnya aku lulus SMU,dan hubunganku dengan ibu itu akhirnya berakhir,ibu itu pindah tugas keluar negri dan saat itu terakhir kalinya aku berjumpa dengan ibu itu.aku berencana untuk kembali menemui ibu santi dan putra.aku memesan tiket kepergian ku untuk keperawang.dalam prjalananku ke perawang aku selalu membayangkan gimana situasi nanti jika aku ketemu dengan ibu santi dan putra,pasti mereka akan gembira sekali begitu tau kalau aku sudah tamat sekolah lima tahun aku ngk ketemu mereka,gimana sekarang wajah puta dan ibu santi? itulah yang selalu aku bayangkan.dan pagi harinya aku tiba disana aku ngk sabar untuk ketemu mereka.tapi begitu aku tiba ditempat bukannya ibu santi yang ada malah rumah itu kosong tidak ada orang nya sama sekali bahkan ibu nani pun tidak ada di sana.aku kaget dan segera aku bertanya kepada tetangga sebelah kemana ibu nani kok ngk ada orangnya sama sekali?lalu ibu itu menjawab”semua orang yang ada disini semuanya udah pindah dan ibu itu sendiripun ngk tau kemana mereka pindah”ser….,begitu lah yang aku rasakan saat itu bagaikan disambar geledek saat itu,perasaan ku hanya tanda tanya bercampur sedih saat itu,kemana ibu santi dan putra?gimana keadaan mereka,apa baik-baik saja?yah allah jaga mereka….!!,jauhkan dari marah bahaya ya allah.setelah itu aku mencari-cari kemana perginya ibu dan putra,kurang lebih 2 hari aku mencari mereka disekitar perawang tapi tidak ada satu orangpun yang tau keberadaan mereka.aku ngk tau mau kemana lagi aku mencari mereka,akhirnya aku putuskan untuk kembali kemedan dan menemui om anto,om anto adalah adik kandung mama yang ke3 dari 4 saudara,om anto kerjanya sehari-hari adalah sebagai supir angkot,dan om anto mempunyai 4 orang anak dan salah satunya adalah ameng.begitu aku tiba kerumahnya bukannya disambut dengan baik malah om berkata”aku kira kau udah mati’itulah kata-kata pertama kali yang om anto sampaikan kepadaku,aku kaget bgt saat itu kenapa om ngomong seperti itu,wah…,hancur hatiku saat mendengar ucapan om anto saat itu.langsung aku marah dan berkata kenapa om benci samaku dan ngk pernah menghargaiku.om anto ngk menjawab tetapi istrinya yang menjawab,dan berkata”kamu bukan anak kandung dari mama atik”lalu aku bertanya jadi kalau aku bukan anak mama atik jadi anak sapa?dan istri om anto menjawab kamu hanya anak angkat dan ibu kandung kamu adalah orang batam dan bekerja sebagai ////….,kamu mungkin udah tau kan?.der……….,hatiku langsung ngk karuan saat itu,rasanya begitu sedih dicampur amarah yang mendalam.dan istri om anto menambahkan sebenernya ibu santi sengaja meninggalkan aku sendirian dengan alasan aku bukan saudara kandung mereka.aduh……..,belum lagi reda amarah yang aku derita ditambah lagi kalau ibu santi sengaja meninggalkan aku sendirian karna aku bukan saudara mereka.hancur……….,bgt hatiku saat itu,ngk bisa aku bayangkan perasaanku saat itu.hancur aku merasa sangat sedih dan bercampur marh.dari situlah awalnya aku membenci wanita.pertama ibu kandungakau telh menyampakkan aku,kedua nenek telah membohongi aku,ketiga ibu saanti yang dulu aku sayangi telah dengan sengaja meninggalkan aku dan yang terakhir isstri om anto yang menyakitkan hatiku,dan aku ngk mau menyebutkan namanya karna aku benci bgt ama dia.hatiku sungguh ngk karuan aku merasa anak yang dicampakkan orang tuanya,aku sendiri tanpa sanak keluarga.saat itu ngk bisa aku bendung lagi.air mata ini jatuh tanpa ada yang menyuruhnya.air mata ini lah yang ikut larut dalam kesedihanku.dan saat itu sontak aku langsung berpikir,kenapa allah selalu memberikan aku cobaan.pertama mama,nenek,papa,kak santi dan saat ini aku mengetahui bahwa aku bukan anak kandung mama atik.apa allah ngk pernah menyayangi aku dan ngk pernah menganggap aku ciptaanya?saat itu yang ada dibenak aku hanya kebencian yang mendalam dan sampai sekarangpun aku tetap benci kepada mereka.

Bersambung di bab ke 8.

PENULIS BY veri akbar / kiki akbar

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Feb    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari